Batik Komar dan Komunitas Hong
setelah memainkannya kami juga diberi mainan kipas angin oleh kakak kakak di komunitas hong lalu semua makan bersama pada sekitar jam 12 siang lalu berpamitan kepada kakak kakak di sana karena sudah waktunya kami pulang setelah itu kita menaiki bis masing masing lalu ke batik komar pada jam setengah 1 , tetapi karena pihak batik komarnya lagi istirahat maka kami menunggu hingga jam 1 lalu kami melihat cara batik tulis dan batik cap di bagian lantai bawah lalu ke lantai 2 dan mendengarkan penjelaskan mengenai batik.
setelah mendengar penjelasan tersebut kami semua memulai membatik , laki laki bagian batik cap dulu dan perempuan bagian batik tulis dahulu , setelah sudah selesai kami mencanting dan ada beberapa yang menyelesaikan batik tulis dan batik capnya , kami diberi waktu membatik kira kira selama 3 jam. setelah mencanting kami mewarnai dan menghias sesuai kemauan kita sendiri , lalu meninggalkan kain yang sudah di warnai di meja agar kakak kakak di sana dapat mengambilnya untuk di cuci dan di rendam , lalu di beri kembali pada kami jika sudah selesai.
setelah kami semua sudah selesai , kami membereskan semua yang sudah kami pakai seperti tempat pensil , kuas , dan lain lain. lalu kami pergi ke bawah / lobby nya untuk pulang ke sekolah dan menunggu bis siap di gunakan , setelah itu kami pulang menuju sekolah dan pulang ke rumah masing-masing.untuk kekurangan atau kendala yang dialami selama berkegiatan di komunitas hong dan batik komar adalah pada saat di komunitas hong itu tidak ada tetapi saat di batik komar yaitu pada menggambar sketsa waktu yang diberikan cukup sebentar karena kita juga dari menggambar sketsa sampai pewarnaan harus selesai kira kira 2 - 3 jam dan pada saat mencanting kami harus menunggu orang lain selesai karena tempat mencantingnya pun hanya untuk beberapa orang saja maka dari itu saya memilih untuk membatik cap terlebih dahulu baru mencantingnya.
kesimpulan : kegiatan outing ini banyak memberikan pengalaman dan ilmu baru seperti kreatifitas , kerja sama , dan mempererat hubungan antar sesama dan ilmu baru. di komunitas hong saya dapat terbuka dengan permainan tradisional dan budaya lokal yang sudah mulai jarang ditemui dengan itu saya belajar kesederhanaan di komunitas hong , jika di batik komar saya belajar untuk bagaimana cara membuat batik mulai dari menggambar pola , mencanting, batik cap , hingga sampai pewarnaan. dari situ saya memahami betapa rumit dan harus telitinya pada saat membuat batik terutama jika ingin di perjualkan , dan juga pentingnya kita melestarikan budaya indonesia yang kini sudah mulai terlupakan atau bahkan menghilang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar